Jangan Lagi Ada Kekerasan Terhadap Guru di Sekolah

Diposting pada

KABAR MENINGGALNYA seorang guru di Madura, Jawa Timur, yang diduga dianiaya oleh siswanya menyentak kita semua. Melalui Inspektur Jenderal dan Direktur Jenderal Dikdasmen, saya segera meminta untuk melakukan langkah cepat menangani kasus ini agar tidak merembet dan mengganggu proses belajar mengajar anak-anak kita. Saya sendiri baru sempat melawat ke rumah duka guru Budi beberapa hari setelah peristiwa itu. Dan benar, sedih dan duka mendalam sangat terasa di sana. Sungguh ini adalah luka perih bagi dunia pendidikan. Belum hilang ingatan kita terhadap peristiwa tersebut, muncul kembali berita tentang kekerasan yang menimpa kepala sekolah di Sulawesi Utara yang dilakukan oleh orang tua siswa.

Saya juga meminta Inspektorat Jenderal turun langsung ke lapangan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan menyampaikan pesan agar aktivitas belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa. Peristiwa kekerasan terhadap pendidik dan tenaga kependidikan itu tidak boleh terulang lagi. Seorang guru berhak mendapatkan perlindungan saat menjalankan tugas profesinya tersebut. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menerbitkan sejumlah peraturan perundangan-undangan yang mengatur mengenai perlindungan, pencegahan, dan penanggulangan kekerasan di lingkungan sekolah. Kita perlu mengoptimalkan peraturan tersebut agar implementasinya benar- benar berjalan di lapangan.

Tentu kerja sama dari seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan. Pemerintah tidak mungkin dapat berjalan sendiri karena sesungguhnya secara moral urusan pendidikan menjadi tanggung jawab semua pihak. Atas peristiwa ini saya percaya menguatkan kembali tripusat pendidikan, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat di lingkungan sekolah adalah langkah tepat untuk memberikan perlindungan kepada pendidik dan tenaga kependidikan. Hubungan yang terjalin baik serta komunikasi yang berlangsung lancar antara keluarga, sekolah, dan masyarakat mampu mencegah terjadinya kesalahpahaman dalam proses belajar mengajar di sekolah.

Akhirnya sekolah menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh warga seko l ah. Saya juga semakin yakin bahwa Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 dan diterapkan pada sekolahsekolah seluruh Indonesia menjadi upaya yang tepat dalam membentuk generasi muda yang berjiwa Pancasila. Dalam pelaksanaan PPK di sekolah, peran guru sangat penting. Untuk itu guru harus menguasai empat kompetensi dasar yang diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru.

Berkaca dari kasus kekerasan yang menimpa guru dan tenaga kependidikan itu, saya meminta sekolah untuk betul-betul memfungsikan bimbingan konseling (BK) sekolah. BK diselenggarakan dengan tujuan membantu siswa mencapai perkembangan optimal dan kemandirian secara utuh dalam aspek pribadi, belajar, sosial, dan karir. Fungsi BK salah satunya untuk mencegah timbulnya masalah dan advokasi diri terhadap perlakuan diskriminatif. Jika fungsi ini dijalankan dengan baik, BK dapat melakukan penanganan khusus terhadap siswa yang memiliki sifat dan perilaku menyimpang, sehingga mencegah terjadinya tindakan yang melanggar hukum.

Tindakan kekerasan terhadap guru dan tenaga kependidikan itu sungguh menyakitkan dan mencoreng dunia pendidikan kita. Namun, kita tidak boleh menggeneralisasikan peristiwa itu seolah-olah itulah yang terjadi pada pendidikan di Indonesia. Saya percaya masih banyak siswa dengan kemampuan akademik memadai dan karakter mulia yang menghargai guru sebagaimana ia menghormati orang tua mereka sendiri. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utamanya mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Maka sudah sewajarnya jika kita memberikan kenyamanan dan keamanan pada seluruh tenaga pengajar yang telah mendedikasikan dirinya bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Seperti dalam istilah, guru adalah pelita. Maka, berangkat dari usaha kita semua, semoga pelita ini nantinya akan makin bersinar menerangi, menyejukkan dunia pendidikan di Indonesia. Ti ndakan kekerasan d i mana pun tidak bisa dibenarkan. Mari kita sama-sama introspeksi diri. Masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk sama-sama menjaga suasana dan reputasi pendidikan kita. Kalau perlu berikan asuransi pendidikan anak premi murah terhadap siswa dan siswi yang berprestasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *